Saturday, May 25, 2013

Moga Bunda Disayang Allah

Bunda,
Saat kami bayi, engkau orang yang terakhir tidur setelah dunia lelap,
Bahkan boleh jadi tidak tidur, agar kami bisa nyenyak, 
Dan engkau pula yang pertama kami lihat saat kami terjaga.

Bunda,
Saat kami kanak-kanak, engkau orang terakhir yang putus rasa sabarnya,
Bahkan boleh jadi tidak pernah, walau orang-orang lain telah jengkel setengah mati,
Dan engkau pula yang pertama membesarkan hati.

Bunda,
Saat kami gagal, engkau orang yang terakhir berputus asa, 
Bahkan boleh jadi tidak pernah, meski seluruh dunia sudah berhenti berharap,
Dan engkau pula yang pertama menghibur.

Bunda,
Saat kami ragu-ragu, engkau orang terakhir yang hilang keyakinan,
Bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah menyerah,
Dan engkau pula yang pertama berbisik tentang janji-janji.


Walaupun,
Saat kami besar, boleh jadi engkau orang terakhir yang kami hubungi,
Bahkan boleh jadi tidak pernah, karena alasan sibuk atau apalah.

Walaupun,
Saat kami bahagia, boleh jadi engkau orang terakhir yang tahu,
Bahkan boleh jadi benar-benar amat terlambat, karena alasan tidak sempat atau apalah.

Bunda, 
Diantara bisik-bisik do'amu, sungguh terselip beribu nama kami,
Dan boleh jadi itulah yang membawa kamihingga seperti hari ini,
Engkau orang terakhir yang akan berhenti mendo'akan kami,
Bahkan boleh jadi tidak pernah berhenti hingga, akhir hayat.
Dan sungguh, engkau pula orang yang pertama mengucapkan kata Amin bagi kami.




*Puisi Moga Bunda Disayang Allah. -Tere Liye

No comments:

Post a Comment