Saturday, June 09, 2012

Pride and Prejudice - Jane Austen




Elizabeth Bennet adalah anak kedua pasangan Mr. Bennet dan Mrs. Bennet yang mempunyai lima orang putri. Yaitu, Jane, Elizabeth, Mary, Catherine dan Lydia. Elizabeth adalah wanita muda yang ceria, suka tertawa dan bercanda. Sedangkan Mr. Darcy adalah seorang lelaki yang jangkung, tampan, dan mempunyai aura kebangsawanan. Tetapi sifatnya angkuh, sombong, dan perilakunya tidak menawan.

Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy bertemu di pesta dansa yang diadakan di Hertfordshire. Pesta dansa itu diadakan oleh Mr. Bingley yang saat itu sedang tertarik oleh kecantikan Jane, kakak Elizabeth. Mr. Darcy yang mempunyai sifat angkuh dan sombong menganggap Elizabeth tidak cukup cantik untuk diajak berdansa. Sedangkan  Elizabeth yang mendengar Mr. Darcy berkata begitu langsung tidak menyukai keangkuhan dan kesombongan Mr. Darcy. Menurutnya Mr. Darcy hanyalah pria menyebalkan yang menganggapnya tidak cukup cantik untuk diajak berdansa. Novel ini menceritakan tentang harga diri dari Mr. Darcy yang membuat Elizabeth berprasangka buruk.

Namun setelah pesta dansa itu, Mr. Darcy yang dulunya menanggap Elizabeth lumayan cantik, mulai sering memperhatikan Elizabeth. Mr. Darcy tertarik dengan mata Elizabeth yang indah. Mr. Darcy kagum atas sifat kelemahlembutan dan kekeraskepalaan Elizabeth. Mr. Darcy takut rasa kagum itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih. Karena itulah ia selalu meningkatkan harga diri dan keangkuhannya.

Beberapa hari setelah itu, Elizabeth bertemu seorang prajurit bernama Wickham. Mr. Wickham yang mengaku sebagai anak baptis dari alm ayah Mr. Darcy menceritakan kejelekan Mr. Darcy menurut sudut pandangnya sendiri. Mr. Wickham bercerita tentang Mr. Darcy yang mengambil harta dan hak-hak yang seharusnya menjadi milik Mr. Wickham. Elizabeth yang tidak mengenal inti dari masalahnya semakin tidak menyukai Mr. Darcy. Ketidaksukaan Elizabeth terhadap Mr. Darcy memuncak ketika Mr. Bingley yang saat itu pacar Jane memutuskan untuk pergi meninggalkan Hertfordshire, dan tidak akan kembali lagi. Elizabeth mendengar kabar bahwa Mr. Darcy lah yang membuat Mr. Bingley pergi dari Hertfordshire.

Hal yang tidak diduga terjadi saat Elizabeth mengunjungi sepupu dan sahabatnya yang telah menikah di Hunsford. Mr. Darcy yang saat itu menyadari bahwa ia mencintai Elizabeth langsung melamarnya. Tentu saja Elizabeth langsung menolak lamaran itu dan menuduhkan dua hal terhadap Mr. Darcy. Yang pertama bahwa Mr. Darcy lah yang membuat Mr. Bingley pergi dari Hertfordshire, dan yang kedua bahwa Mr. Darcy secara sengaja telah mengambil harta dan hak-hak yang seharusnya menjadi milik Mr. Wickham.

Saya pikir Elizabeth dan Mr. Darcy tidak akan bertemu lagi setelah penolakan lamaran itu, tetapi saya salah. Mr. Darcy mengirim surat kepada Elizabeth untuk membantah dua tuduhan atas dirinya.

“Keadaan keluarga ibumu, meskipun cukup memberatkan, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kehausan akan harta, yang hampir selalu ditunjukan oleh ibumu dan ketiga orang adikmu, dan kadang-kadang bahkan oleh ayahmu, dalam berbagai kesempatan. Maafkanlah saya. Sungguh pedih rasanya menyakiti perasaanmu… Itulah yang mendorong saya untuk mengambil tindakkan lebih lanjut, yaitu menyelamatkan sahabat saya dari apa yang saya anggap sebagai hubungan paling tidak membahagiakan…” –hal 302
“Dia menjelaskan bahwa dirinya berniat mempelajari ilmu hukum, dan saya tentu tahu seribu pound adalah jumlah yang sangat memadai untuk mendukung keinginannya… Tapi janjinya untuk mempelajari ilmu hukum adalah omong kosong belaka. Dan setelah bebas dari segala ikatan, dia pun bermalas-malasan dan menghambur-hamburkan uangnya…” –hal 306-307

***

Ini adalah buku pertama Jane austen yang saya baca. Pride and Prejudice  terbit di awal abad 19. Buku ini juga sempat di film kan berkali-kali. Pada tahun 2005 buku ini kembali di film kan dengan judul yang sama. Keira Knightley sebagai Elizabeth Bennet dan Matthew Macfadyen sebagai Mr. Darcy.

Mungkin saat kita membaca di awal kita akan cepat bosan karena kata-kata yang dipakai Jane Austen terlalu detail. Dan di percakapan antar tokoh terlalu panjang bahkan bisa memakai setengah halaman, namanya juga novel roman awal abad 19an, yang biasanya pada saat itu orang-orang masih sangat santun dan sopan dalam berbicara. Dan dari cover bukunya kita bisa melihat pohon besar yang berada di hamparan rumput luas yang diterangi sinar matahari dan langit biru yang masih bersih, persis seperti keadaan di desa.

Buku ini banyak menjelaskan tentang keadaan inggris saat itu, saat semua para ibu berlomba-lomba menikahkan anak perempuannya dengan bangsawan muda yang kaya untuk meningkatkan status sosial. Banyaknya ragam tokoh dan karakternya membuat buku ini semakin bagus. Kisah cinta Elizabeth dan Mr. Darcy juga bukan seperti kisah cinta yang biasa kita temukan, kisah cinta mereka amat santun dan kuno. Elizabeth dan Mr. Darcy menumbuhkan benih-benih cinta di hati masing-masing dengan cara yang unik.

Tingginya harga diri Mr. Darcy dan dan prasangka Elizabeth membuat buku ini berbeda dari buku-buku roman lainnya. Ending yang juga tidak mengecewakan menambah nilai plus untuk buku ini. Alur ceritanya memang bertele-tele. Namun nama besar Jane austen dan kepopuleran buku Pride and Prejudice ini menurut saya menjadikannya layak untuk dibaca. :)

1 comment: